Empati Korban Banjir Aselih

Pagi di hari pertama sekolah kami diiringi dengan mendung yang menggelayut dan syahdu. Kegembiraan kami untuk kembali ke sekolah setelah libur semester ditambah rasa sedih dan prihatin bahwa tetangga sekolah kami ada yang mengalami kebanjiran.

Iya, pada saat yang sama dengan banjir besar yang menjangkau Jabodetabek pada tanggal 1 Januari lalu. Sebanyak 61 keluarga terkena banjir yang terdalam setinggi dada orang dewasa, dan harus mengungsi ke beberapa tempat termasuk ruang kelas sekolah kami (SAI Kampus Aselih) yang lokasinya lebih tinggi. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Momen ini kami jadikan sebagai sumber pembelajaran berharga pada penyambutan kali ini. Menghadirkan suasana banjir ke tengah siswa, dengan menghadirkan guru tamu korban banjir Aselih yang kemarin mengungsi ke sekolah kami. Tak lupa ditampilkan slide dan beberapa cuplikan video bencana banjir di beberapa wilayah Indonesia, serta outing dan wawancara langsung ke rumah warga terdampak banjir, dan Bapak/Ibu fasil mengenakan pelampung dan topi Rimba yang semakin menghadirkan suasana.

Alhamdulillah proses pengumpulan donasi berjalan dengan lancar dan insya Allah akan disalurkan pada hari Jumat ini.

Selamat kembali ke sekolah, wahai putra/i pemimpin masa depan. Semoga wasilah ini akan menjadikan kalian menjadi pemimpin yang semakin bersyukur dan takut kepada Allah, memiliki empati yang tinggi pada sesama, dan memberikan solusi atas masalah yang ada.

#imanihsan #penyambutansiswa #MPLS #MOS #SAIkampusaselih #characterbuilding #empathy #banjir #jabodetabek #sekolahlanjutan #smp #sd #cintaibumi #sekolahalamindonesia